Transjakarta Tanggung Jawab Siapa?

Standard

sumber foto : http://3.bp.blogspot.com/_5A_a-30pdGw/TCM7XYN8ZII/AAAAAAAAAiA/FTRRjo3qi1g/s1600/lbuslaunch2wy.jpg

sumber gambar : http://bit.ly/1L4S1t4

Dulu, zaman awal-awal kemunculan Transjakarta masyarakat Jakarta begitu antusias dan berbondong-bondong beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi yang armadanya diimpor dari Tiongkok ini. Salah satu sarana transportasi yang digadang-gadang menjadi pengurai kemacetan di Jakarta yang semakin parah. Pembuatan jalur khusus busway dan penilangan bagi yang menggunakan jalur busway pun juga sudah dilakukan guna menarik masyarakat untuk menggunakan moda Transjakarta yang bebas macet. Penambahan armada dan rute busway tak kalah ketinggalan yang semata-mata memang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang mudah dan murah. Penggunaan sistem e-ticket yang bekerja sama dengan beberapa perbankan juga patut diapresiasi karena lebih memudahkan pengguna Transjakarta.

Transjakarta memang patut menjadi pilihan alternatif transportasi, terlebih karena harganya yang murah. Tapi, mungkin karena harganya yang murah itu fasilitas dan pelayanan yang dirasakan para pengguna Transjakarta tidak terpenuhi. Tingkat kepuasaan pengguna Transjakarta dari awal kemunculannya sampai saat ini terus menurun. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pengelola transportasi terkesan cuek dan acuh dengan kondisi fisik maupun fasilitas pendukungnya. Tidak seperti saat awal-awal digemborkan dengan berbagai iming-iming kemudahan dan kenyamanan. Sekarang masyarakat yang sehari-hari menggunakan Transjakarta harus merasakan gondok karena terlalu lama menunggu bus datang, yang dulu katanya tiap 5-10 menit. Belum lagi kondisi halte busway yang jauh dari predikat bersih dan nyaman. Kipas angin maupun AC mati, perkakas yang tergeletak di sana sini menjadi pemandangan setiap hari. Info pengaduan juga rasa-rasanya tidak berguna karena kondisi dari hari ke hari atas laporan sama saja tidak ada penanganan.

Inilah yang membuat masyarakat malas menggunakan Transjakarta, jadwal yang tak pasti, kondisi bus yang sudah karatan dan kotor (kalaupun ada yang tidak karatan itu hanya rute tertentu saja). Dibandingkan dengan metromini dan kopaja kondisi bus Transjakarta lebih memprihatinkan. Apakah harus menunggu dulu bus-bus Transjakarta terbakar satu-satu seperti kejadian-kejadian beberapa waktu lalu karena kondisinya yang sudah tidak layak jalan? Sejatinya masyarakat tak hanya butuh transportasi yang murah tetapi juga nyaman dan tepat waktu. Maka jangan salahkan masyarakat jika kembali menggunakan kendaraan pribadi jika hendak bepergian. Percuma saja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat kebijakan untuk mengurai kemacetan jika pemenuhan kebutuhan transportasi publik saja tidak bisa dipenuhi. Tinggal menunggu waktu saja Transjakarta ditinggalkan masyarakat secara berkala jika tidak ada terobosan-terobosan dan pembenahan. Seharusnya manajemen Transjakarta berkaca dari PT Kereta Api Indonesia yang dari transportasi tak layak digunakan menjadi alternatif pilihan transportasi yang cukup bisa diandalkan. Kondisi kereta dan stasiun yang bersih dan nyaman, pelayanan yang cukup ramah. Jadi moda transportasi tidak hanya sekadar dipakai lalu masuk garasi lalu esoknya beroperasi lagi tanpa dilakukan perawatan.

Biasanya, alasan klasik jika pemerintah ditanya tentang masalah seperti ini jawabannya adalah faktor dana. Entah itu dananya kurang, dananya tidak ada atau dananya belum cair. Masyarakat sebagai konsumen tidak mau tahu tentang masalah ini, tahunya menggunakan transportasi dengan mudah dan nyaman. PR pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelesaikan masalah bus Transjakarta yang jauh dari kata layak jika masih ingin dipercaya publik. Jangan hanya mengkambinghitamkan masyarakat sebagai penyebab kemacetan karena penggunaan kendaraan pribadi tapi perlu membuka mata pada realita yang ada bagaimana kondisi transportasi umum terutama bus Transjakarta.

_____________________

Anggaplah ini tulisan opini bentuk kekecewaan penulis yang ‘terpaksa’ menggunakan bus Transjakarta yang menghabiskan minimal satu jam setiap hari untuk menunggu bus datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s