[EnjoyJakarta] Pulau Pari : Aku Terasing Karena Masih Virgin

Standard

Pengantar

Kepulauan Seribu memang sudah dikenal banyak orang, oleh warga Jakarta khususnya. Namun, tak banyak yang tahu tentang pulau-pulau yang ada di kepualauan Seribu. Mendengar namanya saja mungkin akan berpikir itu sebuah pulau yang jauh yang nan jauh di sana. Apalagi jika tahu keindahan alam yang ditawarkan masih alami dan eksotisme pasir putih. Semakin menambah ragu kalau pulau itu berada dalam gugusan Kepulauan Seribu.

Ya. Itulah aku. Tak banyak yang tahu akan keberadaanku. Aku terasing karena masih virgin. Aku sebuah pulau yang berada di kawasan Kepulauan Seribu. Tak banyak penduduk yang tinggal di sini, hanya sekitar 700 jiwa. Suasananya masih asri dan bersih. Aku tidaklah terlalu luas, sekitar 42 Ha. Namun, aku sangatlah menawan, menawarkan keindahan alam yang eksotis karena keberadaanku yang masih sepi. Cocok sebagai alternatif untuk sejenak me-refresh pikiran dari rutinitas kehidupan yang membosankan. Akulah Pulau Pari.

Cerita Perjalanan Penulis

Berawal dari sebuah ide untuk mengakrabkan diri dengan teman-teman satu kelas di kelas baru cerita ini dimulai. Waktu itu ada salah seorang teman yang mengusulkan Pulau Pari sebagai tujuan destinasi kami. Hampir semua orang di kelas mengernyitkan dahinya, tak tahu dimana itu Pulau Pari. Sebuah nama yang terasa asing dan penulis pun baru mendengarnya untuk pertama kali. Setelah temanku menjelaskan kalau itu di Kepulauan Seribu barulah suara “Ooo” membentuk paduan suara. Sudah seperti seorang MLM yang sedang mencari agen baru, temanku ini menjelaskan tentang Pulau Pari dengan gamblangnya. Tak sedikit dari kami yang berdecak kagum dan hanya melongo setelah ditunjukkan foto-foto Pulau Pari yang masih sepi, bersih dan asri. Ada perasaan tak percaya bahwa itu di Kepulauan Seribu yang notabene masih daerah Jakarta yang terkenal dengan sampahnya.

Pulau Pari

dokumentasi pribadi

Akhirnya diputuskan kami akan berangkat Pulau Pari pada awal Mei, dengan pertimbangan tidak sedang musim hujan. Mulailah kami mengatur rencana perjalanan termasuk rencana biaya yang harus dikeluarkan. Satu kelas kami terdapat 37 anak, namun yang ikut 32 anak. Nah, ini juga menjadi saran bagi yang mau ke Pulau Pari, sebaiknya tidak sendiri atau datang ke sini dengan rombongan agar biaya yang dikeluarkan lebih murah. Apalagi bagi seorang backpacker biaya murah selalu menjadi pertimbangan yang utama. Di Pulau Pari nanti kami merencakan untuk stay selama 3 hari 2 malam. Dengan menyewa sebuah rumah milik warga yang berada di sana, tenang saja harga yang ditawarkan masih wajar, bahkan kalau pandai memilih dan menawar harga murah bisa di dapatkan. Seperti rumah yang akan menjadi homestay kami selama di Pulau Pari dengan tarif 400ribu per malam. Kami menyewanya sebuah rumah tentunya tarifnya akan sengat berbeda jika hanya menyewa sebuah kamar. Harga ini termasuk yang paling murah diantara homestay yang ada dengan fasilitas yang lumayan lengkap. Nah, biar jelas akan saya ceritakan dari awal perjalanan ini.

Awal Perjalanan

Berangkat dari Bintaro jam 5 pagi dengan menyewa sebuah metro mini kami meluncur ke Muara Angke. Keberangkatan ini molor 1 jam karena beberapa kendala. Kami haruslah sampai pelabuhan sebelum pukul 7 pagi. Karena kapal dalam sehari hanya melakukan dua kali perjalanan, pukul 7 dan pukul 8 kalau tidak salah. Untuk menuju ke Muara Angke ini dapat pula ditempuh dengan angkutan umum. Dari berbagai daerah seperti Jakarta, Tangerang, Bintaro, Bekasi, Bogor dan sekitarnya terlebih dahulu menuju Terminal Grogol, lalu barulah disambung angkutan umum B01 warna merah turun di Pelabuhan Muara Angke. Namun, Pelabuhan Angke ini (tempat berhentinya angkot) adalah Pelabuhan Angke Lama, untuk menuju ke Pelabuhan Angke Baru (atau biasa disebut Pelabuhan Kali Adem) bisa dengan jalan kaki atau dengan naik ojek. Tarif angkot 3ribu sampai 6ribu rupiah sekali naik. Murah kan? Jika masih belum lengkap silakan klik disini.

dokumentasi pribadi

*FYI:

– sediakan penutup hidung atau masker saat memasuki di kawasan ini, karena bau asin yang sangat menyengat dan membuat gatal hidung.

– pakailah celana pendek dan sandal jepit karena jalan yang becek untuk menuju ke kapal penyeberangan

– hati-hati terhadap barang bawaan anda, tak jarang ada jasa angkut barang yang asal ambil barang

Sesampai di dermaga yang bisa dikatakan kurang layak karena penataan yang semprawut dan penuh sampah berserakan dan bahkan air dermaga yang sangat keruh dipenuhi sampah, kami antri memasuki kapal dengan sebelumnya absen dulu kepada petugas yang bersiap di pintu masuk kapal dengan kertas dan pulpen di tangannya, untuk mendata siapa saja yang berada di dalam kapal. Tiap orang yang menggunakan jasa kapal ini dikenakan Rp30.000. Jika tidak tahu kapal mana yang akan menuju ke Pulau Pari bertanyalah kepada petugas.

Suasana dalam Kapal

dokumentasi pribadi

Dengan fasilitas seadanya perlahan kapal ini penuh dengan orang yang juga ingin ke Pulau Pari, yang kebanyakan dari mereka rombongan. Sembari menunggu kapal berangkat kita dapat menikmati mentari pagi di ufuk timur diantara genagan sampah di sekitar dermaga. Kalau belum sarapan di sekitar kapal juga ada yang jualan makanan, harganya juga masih wajar seperti pecel seharga Rp5.000. jam menunjukkan pukul 7, benar saja kapak ini ontime dan segera berangkat. Jadi kalau lewat dari jam 7, harus nunggu nanti yang kloter kedua jam 8.

Mentari pagi

dokumentasi pribadi

Menyusuri Laut Jawa menggunakan kapal seperti ini tentu pengalaman yang baru. Bagi yang suka mabuk laut jangan lupa sedia plastik dan minum obat anti mabuk. Jika tidak lebih baik tidur, meskipun efek goncangan masih terasa apalagi jika ombak lumayan besar. Kalau yang merasa enjoy-enjoy aja, bisa naik ke lantai dua kapal dan foto-foto, atau berdiri di samping jendela karena perjalanan ini memakan waktu cukup lama sekitar 3 jam. Nah, ini nih rute yang akan kita lewati ke Pulau Pari

peta pari

Rute menuju Pulau Pari
Sumber : google.com

Melihat jarak tempuh perjalanan yang cukup lama, kalau aku lebih  memilih tidur, untuk men-charge energi agar nanti setelah sampai bisa bermain sepuasnya. Sepanjang awal perjalanan yang aku lalui laut ini sangat dipenuhi sampah terutama jenis plastik. Kita sebagai pengunjung harus ikut berpartisipasi mengurangi ini dengan salah satunya tidak membuang sampah secara sembarangan. Karena sangat mengganggu habitat ekosistem laut dan mengganggu pemandangan serta mengurangi estetika. Jadi jangan hanya sebagai penikmat, tetapi juga harus turut menjaga kebersihan. Kalau tidak dimulai dari diri sendiri, siapa lagi??

Selamat datang di Pulau Pari

Suara berisik para penumpang kapal membangunkanku, ternyata sudah hampir sampai tinggal beberapa puluh meter saja. Warna air laut biru muda kehijauan, pasir putih emnyambut kedatangan kami. Terik matahari tak mengurangi rasa kagum pengunjung begitu sampai di Pulau Pari. Pulau Pari ini ternyata diperuntukkan untuk kelestarian hayati dan penelitian di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dan dinamakan Pulau Pari karena katanya pulau ini mirip dengan bentuk ikan Pari.

Begitu keluar dari kapal, kita akan disambut dengan warga sekitar yang menawarkan jasa penginapan. Dan kami pun sudah disambut dengan oleh pembantu pemilik penginapan selanjutnya membawa kami menuju penginapan. Untuk yang belum mendapat penginapan bisa memanfaatkan jasa warga yang menawarkan jasa di dermaga tadi, atau keliling-keliling mencari penginapan yang sesuai. tapi rata-rata yang berada di dermaga bukanlah pemilik asli penginapan melainkan makelar. Kalau untuk seperti rombongan kami, sebelumnya beberapa orang dari kami sudah survey ke tempat ini. Atau bisa googling dari internet, karena sudah banyak juga yang menawarkan jasa penginapan via internet bahkan juga ada paket wisatanya. Kalau yang mau gelar tenda di pinggir pantai juga bisa.

3 Objek andalan Pulau Pari

Di Pulau Pari ini terdapat tiga objek yang menjadi andalan yang wajib dikunjungi yaitu, Dermaga Bukit Matahari, Pantai Kresek dan Pantai Pasir Perawan. Keindahan tiap-tiap objek tidak usah dipertanyakan lagi, dan dari ketiga objek tersebut Pantai Pasir Perawan atau biasa disebut Virgin Beach lah yang paling terkenal. Pantai berpasir putih dengan pemandangan hutan mangrove, suasana hening dan asri menjadikan tempat ini cocok untuk relaksasi.

Kelestarian lingkungan Pulau Pari ini patut diacungi jempol karena warga masyarakatnya yang amat peduli dengan lingkungan, sehingga Pulau ini sangat bersih. Tak salah jika LIPI memilih Pulau ini sebagai wilayah penelitian Oceanografi sejak 1997 dan merancangnya sebagai pulau ecowisata. Jadi selain menikmati eksotisme pemandangan pengunjung juga dapt berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan dengan salah satunya menanam pohon mangrove. Selain itu juga dapat menjadikan Pulau ini sebagai Pulau edukasi, karena di sini terdapat laboraturium milik LIPI yang terdapat berbagai biota laut yang ada di sekitar Pulau pari seperti, ikan Pari, Hiu serta beberapa spesies hewan dan tumbuhan bawah laut hasil penelitian. Jika sedang beruntung bisa kita temukan bintang laut.

bintang laut

dokumentasi pribadi

Fasilitas di Pulau Pari ini selain keindahan pantai-pantainya, kita juga bisa berkeliling pantai ini dengan menyewa sepeda seharian hanya dengan merogok kocek Rp15.000 saja. Menikmati kelapa muda di bawah gubuk ditemani angin sepoi-sepoi sudah tentu patut dicoba.

Mengapa HARUS Pulau Pari ???

1. Pulaunya masih sepi dan asri
Pulau Pari ini belum banyak diketahui banyak orang, bahkan warga sekitar pun tidak mengetahui akan eksotisme keindahan pantai yang ditawarkan.

2. Green Living
Membuat para pengunjung yang kesini betah untuk tinggal di sini karena lingkungannya yang bersih, penuh dengan pepohonan dan merupakan tempat konservasi hayati oleh LIPI

3. WIsata Edukasi
Pengunjung tidak hanya puas menikmati keindahan alam tetapi juga bisa belajar di laboraturium milik LIPI yang terdapat berbagai macam biota laut

4. Ecowisata
Selain itu pengunjung dapat juga berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan hidup salah satunya dengan ikut menanam pohon mangrove

5. Peraturan Tidak boleh ada samaph masuk dari luar Pulau Pari
Jadi para pengunjung harus steril alias melarang membawa sampah dari luar Pulau. Mereka harus membawa kembali sampah-sampah yang mereka bawa.

6. Terumbu karang yang terjaga
Kesadaran warganya yang tinggi dalam menjaga lingkungan hidup di Pulau Pari dan sebagian besar penduduknya bermata pencarian petani rumput laut membuat terumbu karang di Pulau ini terjaga dengan baik di tambah lagi di tempat ini terdapat LIPI.

7. Snorkling
Dengan terumbu karang yang terjaga menjadikan Pulau ini terdapat spot-spot snorkling yang sangat menawan keindahan bawah lautnya. untuk dapat snorkling kita harus membayar Rp75.000.

8. Tempat memancing
Pulau pari ini terdapat di kawasan lagon (wilayah laut yang memiliki kedalaman 3-5 meter yang dikelilingi pulau dan batu karang sepanjang pinggiran cekungan). Karena logon ini banyak sekali hutan bakaunya yang sangat ideal tinggal bagi ikan-ikan.

9. Virgin Beach
Pantai Pasir Perawan dengan keindahan pantai pasir putihnya yang masih sangat alami. Ditempat ini juga kita bisa menyewa perahu nelayan sekadar untuk keliling diseputaran pantai Pasir Putih.

10. Romantis
Ya. tempat ini cocok untuk yang sudah punya pasangan. Dengan suasana yang masih belum diketahui banyak orang tempat ini sangat privacy dan dapat dijadikan referensi untuk berbulan madu.

Berikut foto-foto yang diabadikan selama di Pulau Pari:

IMG_0103

Snorkling

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Bahkan, ada orang yang mengambil setting Pantai Pasir Perawan, Pulau Pari dalam penggarapan kompetisi film pendek mereka. Berikut videonya, and surely this is awesome Virgin Beach

masih kurang ??? ini adalagi:

PENUTUP

Oh ya, sebelumnya nanti kalau pulang sama ya seperti waktu berangkat, bedanya kalau menuju Pelabuhan Muara Angke dari Pulau pari kapalnya sehari hanya sekali yaitu pada pukul 12.30. Jadi jangan sampai keasyikan sampai lupa waktu dan ketinggalan kapal. haha

Nah, Pulau Pari dapat menjadi alternatif pilihan destinasi di antara pulau-pulau yang terdapat di kawasan Kepulauan Seribu dengan eksotisme pemandangan yang belum diketahui banyak orang tentu menjadi kepuasan tambahan tersendiri. Pulau terasing karena masih virgin. Seiring sejalan dengan tujuan Dinas pariwisata DKI Jakarta dalam pengembangan kawasan Kepulauan Seribu agar lebih dikenal oelh masyarakat luas, tidak hanya domestik melainkan juga manca negara. Lets Enjoy Jakarta

Enjoy Jakarta

follow1

follow2

*Artikel ini diikutsertakan dalam lomba Blog Keindahan Kepulauan Seribu oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta bekerja sama dengan Viva.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s