Indonesia Negara Super Power Ekonomi Dunia (?)

Standard

Membicarakan Indonesia banyak pihak yang berperspektif negatif mengenai masa depan bangsa ini. Hal ini mungkin karena tuntutan hidup yang makin kuat disamping kompleksitas masalah-masalah yang ada, dari ekonomi hingga politik, konflik individu sampai kelompok. Jadi mereka berpikir melakukan tindakan untuk perubahan ataupun tidak akan sama saja, mengurusi hidup mereka sendiri saja sudah susah apalagi mengurusi ekonomi bangsa. Perspektif semacam inilah yang membuat bangsa Indonesia makin terpuruk, padahal orang luar negeri memandang Indonesia berperspektif positif. Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah dari sumber daya alam, sumber daya manusia atau keduanya yang lebih dikenal sebagai double edge sword. Selain itu Indonesia juga memiliki bonus demografi yang menguntungkan, belum lagi pengalaman sejarah yang luar biasa yang bisa dijadikan pelajaran berharga untuk melangkah ke depan. Konflik-konflik yang terjadi akhir-akhir ini karena mereka lebih mementingkan ego dan nafsu mereka saja tanpa adanya rasa toleransi dan menghargai perbedaan. Mereka lupa akan sejarah bangsa mereka sendiri, lupa akan nilai-nilai Pancasila  yang mengkristal sedemikian kilaunya. Bangsa Indonesia memang pernah diramalkan pada masa sejarah raja Jayabaya, bahwa bangsa ini akan makmur dan sejahtera. Tetapi kalau putra-putri bangsanya hanya melipat tangan dan mengkritik, bukan turun tangan dan melakukan sesuatu, ramalan itu juga tidak akan terwujud. Perlu adanya effort dan sinergi dari anak-anak bangsa untuk mewujudkannya dengan sepenuh hati, karena yang dimulai dari hati takkan terganti dengan materi. Indonesia saat ini sedang tahap bangkit dari kegelapan, tugas kita adalah menerangi dangan lentera jiwa supaya menjadi kian terang sehingga dapat melihat semakin jelas dan menemukan banyak peluang menuju perbaikan dan perubahan positif maka Indonesia akan menjadi negara yang hebat dan disegani bangsa lain.

Hidup di zaman sekarang dan masa depan jika ditarik ke masa lalu maka masa lalu itu lebih sulit. Tak ada salahnya mulai dari sekarang kita mulai berkarya dan berkontribusi pada bangsa ini. Jangan hanya menunggu lalu menyayangkan tapi harus ikut bertindak terjun ke lapangan sesuai passion yang kita miliki. Misalnya saya, sebagai mahasiswa kedinasan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang di biayai negara. Tak tanggung-tanggung setiap tahun negara membiayai sekitar 50 miliar pada STAN, bukan untuk basa-basi tapi supaya lulusannya membantu dalam administrasi negara, yang merupakan bagian masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Maka dari itu lulusan-lulusannya diharapkan tidak hanya bertanggung jawab secara perspektif hukum, hanya mengikuti tugas-tugas saja. Tetapi juga secara moral kepada negara dan masyarakat yang telah invested for me. Mind set bahwa setelah lulus masa pendidikan hanya akan menjadi PNS adalah kesalahan besar. Lulusan STAN merupakan ujung tombak perbaikan keuangan negara. Jadi bukan tentang what can I get secara finansial dan langkah awal memulai karier tetapi melakukan sesuatu yang adventure yang bisa menengok ke belakang karena telah di bekali dengan know what, know how, dan know why dalam pembelajarannya. Seharusnya mampu mengaplikasikan dalam kehidupan, tidak hanya lingkungan kerja saja tetapi juga dalam keseharian. Perlahan perspektif negatif masyarakat berubah menjadi sebuah keoptimisan bahwa bangsa ini akan maju di tangan-tangan mereka dan berkata “I want to have children like his/her”.

Perekonomian Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal ini bisa dilihat dari kestabilan ekonomi Indonesia di tengah carut marutnya ekonomi dunia. Tingkat pengangguran juga mengalami penurunan, pendapatan per kapita mengalami peningkatan. Semua ini tak terlepas dari kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mengatasi krisis  dan meningkatkan perekonomian nasional. Serta peran serta masyarakat dalam mendukung kebijakan-kebijakan tersebut. Indonesia dalam 10 atau 20 tahun mendatang di gadang-gadang bakal menjadi negara super power yang bakal menyaingi Amerika ataupun Jepang. Para ahli ekonomi Indonesia pun sependapat dengan hal ini, pendapatan per kapita bangsa Indonesia yang kini hanya mencapai $1,900, yang kalah dengan Malaysia yang sudah mencapai $6,000 bahkan dengan Thailand pun Indonesia masih kalah, yakni sekitar $2,900, nantinya diprediksi akan melonjak pesat menjadi $18,000 dalam satu atau dua dekade lagi. Tentunya semua ini harus dimulai dari setiap individu bangsa ini agar pendapatannya naik, diantaranya dengan peluang usaha kreatif. Selain itu juga perlu adanya personal development dengan pemberian motivasi hidup karena masyarakat Indonesia ini mudah sekali terprovokasi. Peran pemerintah juga harus digiatkan dengan government role-nya, dan juga global business yang diantaranya meliputi harga minyak dunia dan kurs valuta asing.

Indonesia beberapa waktu yang lalu memiliki seorang Menteri Keuangan yang hebat dan terbaik yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Pasalnya, semenjak kepemimpinannya mengatur keuangan Indonesia, banyak terjadi perubahan-perubahan yang positif dalam ekonomi Indonesia. ‘Perombakan’ dan kebijakannnya mampu mendorong ekonomi Indonesia untuk dapat bersaing di kancah global. Terpaan krisis yang membuat banyak negara-negara maju kalang kabut tak cukup membuat ekonomi Indonesia goyah. Saat negara-negara lain terkena dampak inflasi yang tinggi, bahkan ada yang sampai hiperinflasi, Indonesia masih berada dalam presentase normal. Namun, sayang langkah-langkah Sri Mulyani yang cenderung long term dan dianggap melenceng serta memicu kontroversi dianggap gagal lantaran mencuat kasus mafia perpajakan dan bail out bank century yang sebenarnya dalam segi ekonomi tidak ada masalah, tetapi pihak politiklah yang mempermasalahkannya dengan birokrasi yang digunakan sebagai alat kekuasaan dan tekanan politik. Padahal di bawah komandonya pengelolaan dan pegendalian fiskal rasio utang Indonesia menurun dan akuntabilitas anggaran pemerintah meningkat. Terlepas dari itu semua, perekonomian Indonesia sejak di tinggal Sri Mulyani dan digantikan Agus Martowardjojo, tak lantas membuat ekonomi Indonesia terpuruk. Indonesia masih berada pada right track dan pada saat ini mencoba untuk lebih terkoordinir dan terarah dalam peranan global dengan cara yang efektif dan efisien.

            Cina, negara berkembang seperti Indonesia yang sebelumnya tidak diperhitungkan dan tidak ada apa-apanya sekarang menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi yang melesat. Di tahun 2030 mendatang, Cina dianggap sebagai ‘ancaman’ masa depan bagi perekonomian global. Hal ini membuktikan bahwa negara berkembang, termasuk Indonesia, adalah negara produktif yang memainkan peranan penting dalam ekonomi internasional, baik dalam ekspor, impor atau perdagangan lainnya. Bukan lagi mengedepankan sejarah dalam pemilihan ketua lembaga internasional tetapi lebih mementingkan prestasi. Untuk mencetak prestasi tersebut tentunya tak cukup dalam waktu singkat atau dengan kebijakan yang radikal. Masalah klasik yang  menghambat perekonomian suatu negara harus dituntaskan. Dua hal mengenai masalah tersebut adalah kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya golongan tertentu saja, semua orang mendapat porsi yang sama. Di Indonesia saat ini masih sekitar 15% penduduk miskin dari total sekitar 230 juta penduduknya. Pengurangan pengangguran dengan penyediaan lapangan kerja harus terus ditingkatkan. Masalah yang kedua adalah peningkatan daya saing bangsa sehingga ‘cap’ sebagai negara dalam jajaran korupsi tertinggi di dunia dapat berkurang atau bahkan bisa seperti Finlandia yang bersih.

            Pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik sejauh ini yakni, sekitar 6% dibanding dengan Cina yang saat ini mencapai 9%. Karena semakin tinggi produk domestik bruto (PDB) per kapita ini berarti populasi orang yang memiliki uang juga banyak akibatnya akan membuat para pengusaha senang dan roda perekonomian pun berjalan lebih cepat. Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan di atas angka inflasi. Seperti Indonesia saat ini yang pertumbuhan ekonominya 6,7% sedangkan tingkat inflasinya sekitar 5%, diharapkan ke depan lebih baik lagi.

            Kado spesial di awal tahun 2012 yaitu berupa penganugerahan Investment Grade pada Indonesia dari BB+ menjadi BBB- bisa dijadikan starting point untuk ekonomi yang lebih baik. Meskipun grade yang didapat merupakan grade terendah dalam investment grade, tetapi setidaknya dengan status baru ini menambah kepercayaan para investor untuk menanamkan modalnya di Indoensia. Apalagi untuk menyandang investment grade perlu ada kriteria-kriteria yang harus dipenuhi seperti kondisi politik ekonomi yang stabil. Banyak pihak semakin optimis dengan masa depan ekonomi Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari industri-industri kecil dan menengah yang ‘mewabah’ dan para entrepreneur yang masih muda-muda dan kreatif yang mampu memberi sumbangsih bagi perekonomian bangsa. Pernyataan, setidaknya ada 2% saja entrepreneur dari jumlah penduduk negara tersebut sudah dapat dikategorikan negara maju. Indonesia sendiri saat ini masih di bawah angka 1%. Apalagi APBN Indonesia saat ini sudah mencapai 1400 T, kalau tidak diimbangi kemampuan finansial negara maka akan membuat kas negara defisit dan imbasnya utang luar negeri sebagai pembiayaan atas defisit tersebut membengkak. Zaman sekarang sangat berbeda dengan zaman pemerintahan Soeharto yang membuat anggaran berimbang, yakni pendapatan mengikuti jumlah belanja negara, dan hutang bukan dimasukkan sebagai pembiayaan tetapi sebagai pendapatan. Memang tujuannya baik yaitu, menyejahterakan rakyatnya tetapi ujung-ujungnya rakyatlah yang harus menanggung hutang-hutang tersebut. Sebuah pembiayaan memang perlu tetapi asal mampu untuk membayar, sehingga perlu ditetapkan batas maksimal pembiayaan tersebut. Hal ini dilakukan agar ekonomi Indonesia mengalami kenaikan, pengangguran dapat berkurang dan daya beli masyarakat tinggi. Dalam melakukan pembiayaan dalam hal ini melalui hutang seharusnya tidak meminjam dari luar negeri karena sangat berisiko, saat ekonomi global tak menentu maka akan terkena imbasnya. Sebaiknya melakukan pinjaman dalam negeri, misalnya berupa penerbitan SUN, langkah ini setidaknya sudah dijalankan pemerintah akhir-akhir ini dan masyarakat pun menyambutnya dengan antusias. Jangka ke depannya diharapkan hutang Indonesia semakin berkurang, jangan sampai seperti Spanyol yang hidup tanpa hutang tapi justru bangkrut total. Campur tangan pemerintah dalam perbaikan ekonomi sangat diperlukan. Tetapi masyarakat tidak lantas berdiam diri menunggu kebijakan pemerintah apa yang akan diambil lalu jika tidak sesuai dengannya dikritik. Pemerintah itu tugasnya tidak hanya mengurus satu sektor saja tetapi sangat kompleks, dari urusan dalam negeri sampai luar negeri. Maka dari itu, masyarakat juga harus ikut andil dalam perekonomian tidak hanya sebagai pengkritik ulung.

Berhentilah mengutuk kegelapan, mari menyalakan lilin

Bangsa Indonesia mempunyai karakter, pengetahuan, keterampilan yang bisa dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk membangun bangsa, utamanya generasi muda yang bakal menjadi pemimpin masa depan. Di pundak-pundak kitalah cita-cita bangsa ditumpukan sebagai agent of change menuju perubahan yang lebih baik. Apalagi dunia global berkembang sangat pesat, tiap-tiap negara berlomba-lomba menjadi negara yang terdepan begitu juga dengan Indonesia. Tetapi jangan sampai semua atau sebagian potensi yang ada di Indonesia ini dimanfaatkan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang hanya mementingkan diri sendiri atau kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Keterpurukan ekonomi AS dan negara-negara Eropa seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengejar ketertinggalan ekonomi. Pembangunan infrastruktur dan sektor riil seperti industri manufaktur perlu adanya pembenahan yang sampai sekarang masih dirasa kurang dan tidak mendukung. Untuk menjadi negara maju bukanlah karena anugerah, tetapi karena perjuangan panjang dan kerja keras. Menjadi negara super power ekonomi dunia pun bukan lagi hal yang tidak mungkin, Indonesia pun bisa menjadi ‘ancaman’ seperti apa yang dituduhkan kepada Cina.

Etape-etape yang dilalui dalam roda ekonomi Indonesia sepanjang ini sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Rakyat sudah mandiri dan berpikir cerdas bahwa menggantungkan pada pemerintah adalah bukan jaminan bahwa mereka akan hidup makmur. Tidak seperti negara-negara Eropa yang sangat bergantung dengan kebijakan pemerintah dengan memberikan fasilitas-fasilitas pada rakyatnya tanpa diimbangi dengan kemampuan finansial yang baik, dan saat ekonomi goyah rakyat tidak dapat berbuat banyak karena ketergantungannya itu. Kita patut berbangga dengan bangsa ini, kita tetap dalam keadaan normal-normal saja meski di luar negeri sana kegelisahan ekonomi melanda. Keoptimisan-keoptimisan yang ada sekarang ini hendaknya terus berkesinambungan sebanding dengan kontribusi pada bangsa ini di tengah keberagaman namun tetap dalam satu kesatuan yang membuat bangsa-bangsa lain iri akan hal ini. Sistem yang ada di Indonesia sekarang ini dilihat dari segi ekonomi sendiri sudah baik, tinggal bagaimana oknum-oknum yang terlibat di dalamnya tidak tamak akan kepentingan pribadi atau kelompok yang mengatasnamakan rakyat.

Perekonomian adalah sendi yang sangat vital bagi keberadaan suatu negara karena semua bidang yang ada di Indonesia ini bersumber pada ekonomi bangsa. Ibarat sebuah efek domino, jika bidang ekonomi suatu negara lemah maka bidang yang lain pun juga akan lemah. Fundamental ekonomi yang ada sekarang cukup baik namun perlu adanya peningkatan-peningkatan lagi supaya lebih kuat dan tidak tertinggal di percaturan di kancah internasional. Dan tidak usah menunggu sampai tahun 2020 atau 2030 pun kalau mampu dicapai dalam waktu dekat kenapa tidak. Menjadi negara super power ekonomi dunia yang berpengaruh kuat dalam perputaran ekonomi dunia.

Kita sebagai generasi muda yang membawa visi super power ekonomi dunia harus melakukan terobosan yang dianggap kaku tetapi tetap dalam koridor yang benar. Generasi muda harus menjadi working leadership yang lebih mengoptimalkan hasil dari pada duduk diam dan memerintah. Apa kita tidak malu dengan para pendiri-pendiri bangsa ini yang telah berjuang mati-matian selama berabad-abad? Apakah selamanya rakyat Indonesia terus-terusan dalam keterpurukan ekonomi?

If you want to make a change, you should do something !!

 

 

NB:

Tulisan ini merupakan 30 Besar Nominator Lomba Esai Mahasiswa seluruh Indonesia.

-available in “Indonesia Hari Esok” book at nearest bookstore-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s